HARI MINGGU BIASA KE XXXIII/AII
TALENTA HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN
1. PERSIAPAN
- Para petugas di sakristi hendaknya
mempersiapkan diri.
- Sedapat mungkin semua petugas memakai
jubah
- Keheningan hendaknya dijaga di sakristi
dan di tengah umat agar masuk ke dalam suasana doa.
- Sebelum perarakan, pemimpin lebih dulu
memimpin doa bersama peserta perarakan.
- Perlu petugas penerima
umat, dan mengatur tempat duduk umat (fakultatif)
RITUS PEMBUKA
2. PERARAKAN Berdiri
- Diiringi
dengan lagu perarakan
- Urutan
perarakan:
* pembawa dupa
berasap (khusus hari raya), fakultatif,
* para pembawa
lilin bernyala mengapit pembawa salib pancang,
* para pelayan
lain,
* Lektor (L) atau
pembawa Evangeliarium,
* para pendamping
(P1, P2, ...),
* Pemimpin
- Setelah tiba di depan altar para petugas
memberi hormat, membungkuk khidmat lalu pergi ke tempat duduk masing-masing.
- Para pembawa simbol Kristus,
cukup dengan menunduk.
- Mereka duduk di kursi pemimpin
- Diiringi nyanyian pembuka atau antifon pembuka/
Mazmur, kegiatan lain yang mendukung.
Nyanyian
Pembuka : PS 337
3. TANDA SALIB
- Dibawakan
oleh Pemimpin dari kursi pemimpin bukan dari altar, atau tempat yang sentral.
- Sambil
membuat tanda salib, dinyanyikan/diucapkan dengan lantang.
P Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U Amin.
4. SALAM
Dengan tangan terkatup, pemimpin menyanyikan/
mengucapkan salam.
Hendaknya dipilih salam yang khas untuk awam, bisa
dikutip dari TPS KAM 1989, dan PSHMR KWI 2013, mis:
1
P Marilah
kita mengagungkan nama Tuhan.
U Ya
Tuhan, betapa mulia namaMu di seluruh bumi.
2
P Semoga kasih
karunia Tuhan kita Yesus Kristus, cintakasih Allah, dan persekutuan Roh
Kudus
beserta kita.
U Sekarang
dan selama-lamanya.
5. KATA PENGANTAR
- Disampaikan oleh Pemimpin atau pendamping (yang
berhomili)
- teksnya dikutip dari Buku Missale
/ Sakramentarium dan terbuka kemungkinan untuk disusun sendiri
P1 Saudara-saudari
terkasih.
Hidup
yang dianugerahkan Allah kepada manusia
ibarat
modal dengan berbagai kemungkinan.
Kita
wajib mengolahnya sesuai dengan bakat kita masing-masing
dan
mengusahakannya agar dapat berkembang dan berbuah.
Pada
saat kedatangan-Nya kembali,
Kristus
akan meminta pertanggungjawaban.
Hamba
yang setia dan rajin akan menerima pahala
yang
sungguh menggembirakan,
sedangkan
yang malas dan pasif tidak memperoleh apa-apa.
6. TOBAT Berlutut/Berdiri
- Dibawakan
oleh pemimpin
- Dimulai
dengan ajakan dan tobat, teksnya dikutip dari PSHMR KWI.
P Saudara-saudari,
di hadapan Tuhan yang
kini hadir di tengah kita
marilah menyesali dan
mengakui segala dosa,
serta memohon ampun atas
segala kekurangan kita
supaya pantas bertemu
dengan Dia
dan layak merayakan sabda
penyelamatan-Nya.
Hening sejenak
P Marilah kita ungkapkan sikap tobat kita dengan mengucapkan
doa:
Kemudian seluruh umat mengakui dosa dengan salah
satu rumus Tobat berikut ini.
P+U Saya mengaku
kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa
dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon
kepada Santa Perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
- Dengan
tangan terkatup, pemimpin memohonkan Absolusi, pilih salah satu, mis:
1
P Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita.
Semoga Ia menunjukkan kerelaan hati-Nya
serta memberikan pengampunan dosa dan damai
sejahtera
Atau:
2
Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani
kita,
mengampuni dosa kita dan
mengantar kita ke hidup yang kekal.
U Amin.
7. TUHAN
KASIHANILAH (PS No. 351)
- Teks
dan pelaksanaannya seturut TPE 2005. Rumusan di bawah ini dapat diucapkan atau
dilagukan
P Tuhan, kasihanilah
kami.
U Tuhan, kasihanilah
kami.
P Kristus kasihanilah
kami
U Kristus kasihanilah
kami
P Tuhan, kasihanilah
kami
U Tuhan, kasihanilah
kami
8. KEMULIAAN
(PS No. 352) Berdiri
- dinyanyikan
sesuai masa liturgi, dan tingkat perayaannya.
- Diawali
oleh Pemimpin atau solis
Kemuliaan kepada
Allah di surga,
dan damai di bumi kepada
orang yang berkenan kepada-Nya.
Kami memuji Dikau.
Kami meluhurkan
Dikau
Kami menyembah
Dikau
Kami memuliakan
Dikau.
Kami bersyukur
kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
Ya Tuhan Allah,
Anak domba Allah, Putra Bapa.
Engkau yang
menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
Engkau yang menghapus
dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
Engkau yang duduk
di sisi Bapa, kasihanilah kami
Karena hanya
Engkaulah kudus.
Hanya Engkaulah
Tuhan.
Hanya Engkaulah
mahatinggi, ya Yesus Kritus.
Bersama dengan Roh
Kudus, dalam kemuliaan Allah Bapa.
Amin.
9. DOA PEMBUKA Berdiri
- Teksnya disusun berdasarkan Buku Missale atau
Sakramentarium
- dibawakan oleh pemimpin
- Setelah ajakan “Marilah berdoa” ada saat hening
P Marilah
berdoa. Hening
Allah Bapa yang mahabaik,
Engkau
berkenan menghimpun kami
di
dalam perayaan ini.
Utuslah
Roh-Mu untuk menyemangati kami
supaya
dalam ibadat ini hati kami sungguh terbuka
untuk
menerima dan merenungkan sabda-Mu.
Semoga
dengan demikian,
kami
semakin menyadari tanggungjawab kami
untuk
mengembangkan bakat-bakat dan kasih karunia
yang
Kaulimpahkan kepada kami.
Dengan
pengantaraan Yesus Kristus,
Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang
bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus,
hidup
dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.
U Amin.
LITURGI SABDA
- Buku
Bacaan yang dipakai LECTIONARIUM dan EVANGELIARIUM
- Buku
Mazmur dari terbitan Komlit KWI
- Bacaan
mengikuti penanggalan liturgi dan pelaksanaannya mengikuti TPE 2005.
- Semua
bacaan dibawakan dari Ambo
10. BACAAN I Duduk
L Bacaan dari Kitab Amsal
Tanpa
membacakan judul, bab, dan ayat. Ams 31:
10-13, 19- 20, 30- 31
Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya?
Ia lebih berharga dari pada permata.
Hati suaminya percaya kepadanya,
suaminya tidak akan kekurangan keuntungan.
Istri yang cakap berbuat baik kepada suaminya
dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
Ia mencari bulu domba dan rami,
dan senang bekerja
dengan tangannya.
Tangannya
ditaruhnya pada jentera,
jari-jarinya memegang pemintal.
Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas,
mengulurkan
tangannya kepada yang miskin.
Kemolekan adalah
bohong
dan kecantikan adalah sia-sia,
tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.
Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya,
biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!
Bacaan diakhiri dengan:
L Demikianlah Sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
HENING SEJENAK
11. MZM. TANGGAPAN 128: 1-2,
3, 4-5; Ul: lih.1a
Ulangan:
Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan.
Mazmur: oleh pemazmur
1.
Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan,
yang hidup menurut jalan yang ditunjukkannya.
Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,
berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2.
Istrimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam
rumahmu;
Anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun
di sekeliling mejamu!
3.
Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan
Orang laki-laki yang takwa hidupnya.
Kiranya Tuhan memberkati engkau dari sion;
Boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.
11. BACAAN II
L Bacaan dari Surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di
Tesalonika 1 Tes 5: 1-6
Tanpa membacakan judul, bab, dan ayat.
Tetapi tentang zaman dan masa,
saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu,
karena kamu sendiri tahu benar-benar,
bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam.
Apabila mereka mengatakan:
Semuanya damai dan aman
maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan,
seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit
bersalin
mereka pasti tidak akan luput.
Tetapi kamu, saudara-saudara,
kamu tidak hidup di dalam kegelapan,
sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri,
karena kamu semua adalah anak-anak terang
dan anak-anak siang.
Kita bukanlah orang-orang malam
atau orang-orang kegelapan.
Sebab itu baiklah jangan kita tidur
seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.
Bacaan diakhiri dengan:
L Demikianlah Sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.
HENING SEJENAK
12. BAIT PENGANTAR
INJIL/ ALLELUYA Berdiri
- Dinyanyikan
pemazmur dari ambo. Saat Paska oleh Pemimpin.
- pendamping/
pemimpin sendiri mengambil evangeliarium dari altar atau tempat yang disediakan
menuju ambo
S Alleluya. U Alleluya
S Tinggallah di dalam
Aku
dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan.
Siapa saja yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,
Ia berbuah Yoh. 15: 4a, 5b
U Alleluya
13. BACAAN INJIL
- Diawali
pendamping (P2) dengan dialog:
P2 Semoga Tuhan beserta kita.
U Sekarang dan
selama-lamanya.
P2 Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius Mat 25: 14-15, 19-21
- Kemudian Pemimpin dan seluruh umat membuat tanda salib dengan ibu
jari pada dahi, mulut, dan dada.
- Kemudian
ia memaklumkan Injil.
Pada suatu hari
Yesus mengemukakan
perumpamaan berikut
kepada murid-murid-Nya,
“Hal Kerajaan Sorga
sama seperti seorang
yang mau bepergian
ke luar negeri,
yang memanggil
hamba-hambanya
dan mempercayakan
hartanya kepada mereka.
Yang seorang
diberikannya lima talenta,
yang seorang lagi
dua, dan yang seorang lain lagi satu,
masing-masing
menurut kesanggupannya.
Lalu ia berangkat.
Lama sesudah itu
pulanglah tuan hamba-hamba itu,
lalu mengadakan
perhitungan dengan mereka.
Hamba yang menerima
lima talenta itu datang
dan ia membawa laba
lima talenta, katanya:
Tuan, lima talenta
tuan percayakan kepadaku.
Lihat, aku telah
beroleh laba lima talenta.
Lalu kata tuannya
itu kepadanya:
Baik sekali
perbuatanmu itu,
hai hambaku yang
baik dan setia.
Engkau telah setia
memikul
tanggungjawab dalam perkara kecil,
maka aku akan
memberikan kepadamu
tanggung jawab
dalam perkara yang besar.
Masuklah dan
turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
14. AKLAMASI
SESUDAH INJIL
- Diakhiri
dengan berkata/ menyanyikan:
P2 Demikianlah Injil Tuhan.
U Terpujilah Kristus.
- Saat aklamasi
itu, Kitab itu dapat ditinggikan. Hendaknya ditimbang rasa hormat mengangkatnya.
15. HOMILI Duduk
- Homili
hendaknya dibawakan oleh Pemimpin, namun karena alasan tertentu dapat juga
diserahkan kepada pendamping.
- Sesudah
Homili, sangat baik diadakan saat HENING SEJENAK
Setiap kita manusia terlahir ke dunia ini pasti memiliki tanggungjawab.
Tanggungjawab yang kita pikul bisa dalam jumlah yang berbeda-beda. Diharapkan
dengan tanggungjawab itu, sebagai pribadi harus dapat mempertangungjawabkan
hingga tiba waktu pembuktian pertanggungjawaban. Pertangungjawaban bukan
sekedar menjaga sesuai dengan jumlah yang diberi kepada masing-masing orang,
akan tetapi harus juga dikembangkan.
Demikian dalam bacaan-bacaan yang kita dengar dan renungkan hari ini.
Injil mengilustrasikan tanggungjawab itu seperti semacam memperkembangkan talenta.
Talenta dipahami sebagai karunia-karunia spiritual yang diberikan Tuhan kepada
Gereja=umat-Nya. Setiap orang sebagai bagian dari Gereja dituntut untuk dapat
memperkembangkan talenta tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas
karunia-karunia pemberian-Nya guna pembangunan Gereja/jemaat. Yang
memperkembangkan talenta akan diganjari=diberi upah dua kali lipat bahkan
berlipatkali ganda. Bukan itu saja, malahan dipuji dan disebut oleh tuan
sebagai hamba yang setia, diberi tanggungjawab yang besar, dan yang istimewa
lagi turut serta diikutsertakan dalam kebahagiaan sang tuan.
Maka pantaslah bahwa setiap orang yang mau bertanggungjawab dalam hidupnya
melalui talenta-talenta yang dimiliki dianugerahi kebahagiaan. Kebahagiaan
bukan saja dari sesamanya, tetapi juga dari sesama umat beriman yakni
Gereja-Nya dan dari Tuhan sendiri. Dalam bacaan pertama diceritakan tentang
“istri yang cakap” yang dengan penuh tanggungjawab menggunakan talenta yang
dimiliki dan mengamalkan perannya sebagai istri lewat pekerjaan rumah tangga,
pelayanan kepada suami, kepedulian kepada sesama, terutama orang miskin. Karena
tanggungjawabnya ini, ia layak mendapat bagian dari hasil karya tangganya, dan
dipuji karena perbuatan-perbuatannya.
Tanggungjawab menggunakan talenta yang tersirat dalam bacaan pertama dalam
sosok istri yang cakap, dipaparkan dalam Injil. Digambarkan ibarat seseorang
yang mau bepergian ke luar negeri memercayakan hartanya kepada hamba-hambanya.
Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua dan seorang lain
lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya. Dua hamba pertama menjalankan
talentanya dan beroleh lama 100 %. Sedangkan hamba yang menerima satu talenta
itu pergi dan menggali lubang di tanah, lalu menyembunyikan uang tuannya.
Dari sikap masing-masing yang ditunjukkan para hamba itu, jelaslah
konsekuensi yang akan diterima. Sang tuan yakni Yesus menegaskan dua hamba
pertama itu sebagai hamba yang “baik dan setia”, sedangkan hamba ketiga itu
hamba yang “jahat dan malas”. Dalam bacaan ditekankan “saat pertanggungjawaban”
tentang talenta itu, yakni zaman dan masa kedatangan Tuhan. Paulus
menggambarkan bahwa hari itu akan datang seperti pencuri pada malam hari. Maka
jangan terlena dalam tidur yang lelap tetapi selalu sadar dan berjaga-jaga.
Maka kepada setiap orang yang sudah dibabtis harus mempertanggungjawabkan
talenta berupa bakat dan kemampuan karena suatu saat Tuhan akan datang meminta
pertanggungjawaban kita. Kita harus menjalankan talenta, mengasah dan
memanfaatkannya demi kebaikan bersama. Orang yang memendam talenta adalah orang
yang tidak bertanggungjawab, yang tidak peduli bagaimana meperlakukan karunia
yang telah diterimanya. Orang-orang yang seperti ini tidak hanya disebut “hamba
yang jahat dan malas”, tetapi juga akan disebut hamba yang tidak berguna dan
harus dibuang ke dalam kegelapan yang paling gelap. Maka kita harus senantiasa
menyadari akan besarnya tanggungjawab kita terhadap karunia, bakat, kemampuan, yang diberikan Tuhan kepada
kita. Janganlah kita terlena dan asyik sendiri, sehingga tidak memikirkan masa
depan yang tak terhindarkan, sehingga kaget dengan datangnya Sang Tuan, tetapi
tak dapat berbuat-apa-apa. Maka apa yang kita buat sekarang diharapkan sebagai saham
atau modal di masa yang akan datang. Dengan demikian Sabda Allah menjadi
pendorong dan semangat serta pelita dalam hidup kita.
MENANGGAPI SABDA
TUHAN
16. AKU PERCAYA
- Diawali
oleh Pemimpin/ pendamping (yang bukan petugas homili) dengan Ajakan:
P Saudara sekalian,
marilah menganggapi Sabda Tuhan
dengan mengucapkan
syahadat.
Syahadat Para Rasul
Aku percaya akan Allah,
Bapa yang mahakuasa, Pencipta langit dan bumi.
Dan akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita,
yang dikandung dari
Roh Kudus,
dilahirkan oleh
Perawan Maria;
yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus
disalibkan, wafat, dan dimakamkan;
yang turun ke tempat penantian
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke surga
duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang mahakuasa;
dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang
mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja katolik yang kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal. Amin.
17. DOA
UMAT Berdiri
- Pembuka
dan penutup dibawakan oleh pemandu/pemimpin
- Ujud
doa dibawakan oleh wakil umat.
- Intensi
umat dibawakan oleh Pemimpin sendiri.
P1 Allah Bapa
mahakuasa,
manusia telah Kauciptakan menurut citra dan gambaran-Mu,
namun kami menyadari bahwa keluhuran panggilan kami
kurang kami kembangkan. Karena itu, dengarkanlah doa-doa kami
ini:
1.
Bagi Gereja yang kudus
Semoga kita selalu
berusaha mewujudkan citra hidup kita
yang sedemikian
luhur dengan mengembangkan
segala bakat dan
kemampuan yang kita miliki,
sehingga pada saat
ajal, kita pantas menikmati Kerajaan Surga.
Marilah kita mohon…
2.
Bagi bangsa dan negara kita
Kita bersyukur
karena Indonesia memiliki kekayaan alam yang aneka ragam,
memiliki berbagai
suku bangsa dalam kesatuan bhinneka tunggal ika.
Semoga keindahan
bangsa dan negara kita senantiasa diberkati Tuhan
dengan
kemajuan-kemajuan yang berarti untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Marilah kita mohon…
3.
Bagi orang miskin dan menderita
Semoga Allah yang
berbelaskasih
melimpahkan rahmat
dan bantuan bagi mereka yang berkekurangan
sehingga dalam
keterbatasannya mereka merasakan kebahagiaan dan kedamaian hati.
Marilah kita mohon…
4.
Untuk intensi khusus
Semoga
keluarga-keluarga kita semakin menyadari perannya
sebagai tempat
persemaian dan pertumbuhan cinta kasih
yang akan
mempengaruhi lingkungan sekitar.
Marilah kita mohon…
5.
Bagi kita yang berhimpun di sini
Semoga bakat dan talenta yang telah kita
terima dari Allah
dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya
demi kemajuan dan perkembangan Gereja dan
masyarakat.
Karena itu, kita mohon
semoga Roh Kudus menguatkan hati kita agar
memiliki rasa percaya diri
untuk mengembangkan bakat-bakat dan talenta
itu.
Marilah kita mohon…
P1 Marilah
kita hening sejenak untuk menyampaikan permohonan dalam hati kita masing-
masing… (hening sejenak)
P1 Demikianlah,
ya Bapa, doa-doa yang kami sampaikan ke hadirat-Mu,
semoga Engkau
berkenan mengabulkannya.
Semua ini kami
sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U Amin.
18. KOLEKTE (PS No. 382) Duduk
19. DOA PUJIAN
Berdiri
P2 Saudara-saudari
terkasih,
sadar akan karya penyelamatan Allah
bagi kita,
marilah kita memuji Dia.
P2 Sungguh
besar karya-Mu ya Tuhan
U Sungguh
besar karya-Mu ya Tuhan
1. Kami memuji
nama-Mu, ya Bapa,
Engkau telah mengangkat kami menjadi
putra-putra-Mu.
Maka kami memuji Engkau:
2.
Karena kasih-Mu
yang besar, Engkau memelihara kami
dengan menyediakan segala yang kami
perlukan untuk hidup.
Maka kami memuji Engkau:
3.
Ketika kami berdosa
dan menjauhkan diri dari-Mu,
Engkau tidak
membiarkan kami binasa.
Sebaliknya Engkau
mendekati kami
dalam diri Yesus
Putra-Mu.
Melalui sengsara,
wafat, dan kebangkitan-Nya,
Engkau membebaskan
kami dari kuasa dosa dan maut.
Maka kami memuji Engkau:
4. Engkau telah
megutus Roh Kudus
untuk membimbing
dan mendampingi hidup kami,
sehingga kami dapat
ambil bagian
dalam pewartaan
kabar gembira.
Maka kami memuji Engkau:
5. Engkau memanggil
kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu,
sebagai
pengikut-pengikut-Nya.
Dengan ini kami
ambil bagian dalam hidup-Nya.
Maka kami memuji Engkau:
20. RITUS KOMUNI
Dalam Ibadat Sabda oleh KWI
diberi kemungkinan untuk menyambut komuni. Kebijakan pastoral untuk KAM
kemungkinan untuk menyambut komuni masih harus dipertimbangkan. Akan tetapi
umat diajak untuk menghayati sikap rindu untuk komuni. KAM menyediakan dua
pilihan doa untuk tanpa komuni yaitu Doa Komuni Batin (KWI) dan Doa Persatuan
Tubuh Kristus (TPS KAM).
P Saudara-saudari,
pada perayaan ini kita tidak menyambut
komuni kudus,
maka bersama dengan saudara-saudara
separoki
yang menyambut komuni,
marilah menghayati kehadiran Tuhan
yang kita rindukan di dalam hati kita.
Hening
sejenak
Apabila ada sakramen mahakudus
untuk orang sakit dan adorasi, maka Sakramen itu diambil dari tabernakel dan
ditahtakan di atas altar, beralaskan kain korporale (bdk. ES No. 83 dan EM no. 61). Seseudah itu
P1 mengajak umat mendoakan Bapa Kami.
21. BAPA KAMI Berdiri
P1 Atas petunjuk penyelamat kita dan menurut
ajaran Ilahi,
maka beranilah kita berdoa.
Bapa kami …
22. SALAM DAMAI
- Dapat dilaksanakan Salam Damai (fakultatif)
- Pendamping
mengajak untuk mengadakan Salam Damai.
P2 Marilah kita saling
memberikan salam damai.
- dilaksanakan
oleh Umat yang duduk berdekatan.
22. DOA KOMUNI BATIN Berlutut
Sesudah salam damai Pemimpin/Pendamping mengarahkan
umat untuk melaksanakan Doa Komuni Batin, dengan ajakan sbb:
P Saudara-saudari
terkasih,
Yesus bersabda,
“Kamu memang sudah bersih
karena firman yang
telah kukatakan kepadamu.
Tinggallah di dalam
Aku dan Aku di dalam kamu.
Sama seperti
ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri,
kalau ia tidak
tinggal pada pokok anggur,
demikian juga kamu
tidak berbuah,
jikalau kamu tidak
tinggal di dalam Aku. (Yoh 15:3-4).
Oleh karena itu, marilah kita duduk dalam
keheningan
untuk menyatukan diri dengan Tuhan yang
kini hadir bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan
mengatakan:
P1 Yesus,
datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U Yesus,
datanglah, …
Seruan di atas diulangi tiga kali.
Saat hening secukupnya. Dapat diiringi musik atau
lagu yang meditatif.
Atau
23. DOA
KESATUAN TUBUH KRISTUS Berlutut
P Ya Bapa,
Engkau telah memanggil kami menjadi
satu umat
dengan Engkau sendiri sebagai Allah
kami.
Lewat pembabtisan dalam satu Roh,
Engkau telah menghimpun kami
menjadi satu Tubuh Kristus sendiri
sehingga sekalipun banyak kami tetap
satu tubuh.
U Semoga Putra-Mu berkenan hadir dan bertahta
di hati kami.
P Dan
hari ini Engkau menghimpun kami
supaya kami menyadari kesatuan kami;
sekaligus Engkau menyadarkan
bahwa kami
merupakan bagian
dari Tubuh Kristus
yang lebih luas,
yakni jemaah
beriman separoki, sekeuskupan,
bahkan jemaah
beriman seluas dunia.
U Semoga Putra-Mu berkenan hadir dan bertahta
di hati kami.
P Semoga
Roh Kudus, Roh kesatuan-Mu
senantiasa
mengobarkan semangat kesatuan
dalam diri kami,
sehingga dari hari
ke hari
kami giat membangun
diri menjadi tubuh Kristus.
kesatuan seluruh
jemaah ini pula
kami berdoa bagi
seluruh pemuka umat:
ketua lingkungan,
ketua stasi, pastor paroki,
uskup, dan terutama
Bapa suci.
Semoga dengan
kekuatan-Mu
mereka dapat
membina dan mengokohkan
kesatuan umat yang
Kaupercayakan kepada mereka,
agar misteri Gereja
sebagai Tubuh Kristus
sungguh menjadi
kenyataan di tengah masyarakat.
Sebab Kristuslah
Tuhan dan pengantara kami,
yang bersatu dengan
Dikau dan Roh Kudus
hidup dan berkuasa
kini dan sepanjang masa.
U Amin.
Sesudah komuni batin, pemimpin
mengajak umat melambungkan madah syukur dengan Mazmur berikut: Berdiri
Jiwaku memuliakan
Tuhan, *
dan rohku bersukaria karena Allah, penyelamatku,
sebab Ia telah
memperhatikan enghinaan terhadap hamba-Nya. *
maka mulai dari sekarang segala keturunan akan
menyebut aku “yang bahagia”.
Sebab Yang
Mahakuasa telah mengerjakan perbuatan besar dalam diriku *
kuduslah nama-Nya.
dan kerahiman-Nya berlangsung
turun-temurun *
atas orang yang takut akan Dia.
Ia memperlihatkan kekuasaan
dengan lengan-Nya, *
Ia
mencerai-beraikan orang yang congkak hati.
Ia menurunkan
orang-orang yang berkuasa dari takhtanya *
dan meninggikan orang yang hina dina.
Ia mengeyangkan orang
lapar dengan kebaikan *
dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan
tangan hampa.
Ia menolong Israel,
hamba-Nya, *
karena ingat akan kerahiman-Nya.
Seperti Ia janjikan
kepada nenek moyang kita, *
Abraham dan keturunannya sepanjang segala
abad.
RITUS PENUTUP
24. DOA PENUTUP Berdiri
- Pemimpin
membawakan Doa Penutup dari kursi
pemimpin.
- Teksnya
dikutip dari PSHMR dan dapat disusun sendiri.
P Marilah
berdoa. Hening
P Ya Bapa yang
mahabaik,
kami bersyukur kepada-Mu
atas anugrah sabda kehidupan
yang telah Kau sampaikan dalam perayaan suci ini.
Semoga dalam kekuatan angugrah-Mu,
kami lebih bertanggungjawab
dalam menggunakan aneka talenta dan bakat
yang Kaupercayakan kepada kami,
supaya pada hari kedatangan Kristus kelak
kami didapati setia memikul tanggungjawab
dan dipandang pantas masuk dalam kebahagiaan abadi bersama
Dia.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami,
yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.
U Amin.
25. PENGUMUMAN Duduk
26. AMANAT SABDA
P1 Saudara-saudari
terkasih.
Bagaimana nasib
hidup kita setelah meninggal dunia ini?
Bagaimana harus
mempertanggungjawabkan segala bakat
dan talenta yang
telah diberikan Tuhan kepada kita?
Dua pertanyaan ini
harus kita renungkan baik-baik.
Sekurang-kurangnya
dalam hidup bersama sebagai umat
di komunitas basis,
stasi, dan paroki ini kita diharapkan
aktif ambilbagian
dalam berbagai kegiatan kelompok.
27. MOHON BERKAT Berdiri
Ajakan dibawakan oleh pendamping dan doanya oleh
Pemimpin.
P2 Saudara-saudari terkasih,
sebelum mengakhiri
perayaan ini
marilah kita
menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.
Hening sejenak.
Apabila perayaan Sabda dipimpin oleh awam (bukan
diakon) maka rumusannya sbb:
P Semoga Tuhan memberkati kita,
melindungi kita
terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
Sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri.
Dalam nama Bapa,
dan Putra, dan Roh Kudus.
U Amin.
28. PENGUTUSAN
Pendamping
menyampaikan pengutusan, dengan berkata, misalnya:
P2 Saudara
sekalian,
Perayaan Sabda pada
hari Minggu ini sudah selesai.
U Syukur kepada Allah.
P2 Marilah pergi, kita diutus Tuhan
untuk mewartakan
Kabar Gembira bagi banyak orang.
U Amin.
29. NYANYIAN
PERUTUSAN PS No. 1031
Para petugas berarak pulang diiringi dengan lagu
perutusan.
Perarakan pulang membawa salib perarakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar